TUGAS PEMBELAJARAN MESIN
#Tugas3

Disusun Oleh :
17170109  Budiman





Algoritma Pembelajaran Mesin




*Definisi Algoritma

     Algoritma adalah urutan langkah-langkah logis penyelesaian masalah yang disusunsecara sistematis dan logis”.Kata Logis merupakan kata kunci dalam Algoritma. Langkah-langkah dalam Algoritmaharus logis dan harus dapat ditentukan bernilai salah atau benar."

*Bentuk Dasar Algoritma
Algoritma sendiri mempunyai tiga 3 bentuk dasar, antara lain :
1. Algoritma Sekuensial (Sequence Algorithm)
            Sequence algorithm atau algoritma sekuensial merupakan algoritma yang langkah-langkahnya secara urut dari awal hingga akhir. Bentuk dari algoritma sekuensial ini salah satu contohnya seperti algoritma memasak air. Langkah demi langkah yang dijalankan harus urut dari atas sampai bawah.


2. Algoritma Perulangan (Looping Algorithm)
           Looping algorithm atau algoritma perulangan merupakan suatu algoritma yang menjalankan beberapa langkah tertentu secara berulang-ulang atau looping. Pada masalah yang kita hadapi, ada pula sebuah langkah yang harus kita lakukan secara berulang-ulang.

3. Algoritma Percabangan atau Bersyarat (Conditional Algorithm)
       Conditional algorithm atau algoritma bersyarat merupakan algoritma yang menjalankan langkah berikutnya apabila terdapat syarat yang sudah dapat dipenuhi. 


*Merancang Algoritma yang Baik
       Menurut Donald E. Knuth, dari pengertian algoritma diatas dapat diketahui bahwa sebuah algoritma yang baik yaitu algoritma yang mempunyai kriteria sebagai berikut :

1. Masukan (Input)
Algoritma mempunyai input 0 (nol) atau lebih
2. Keluaran (Output)
Algoritma harus menghasilkan atau mengeluarkan minimal 1 output.
3. Terbatas (Finite)
Algoritma harus berhenti setelah melakukan langkah-langkah yang diperlukan.
4. Pasti (Definite)
Algoritma harus jelas kapan dimulai dan berakhir. Tujuan dari algoritma harus jelas. Setiap langkah-langkah harus dijelaskan dengan jelas.
5. Efisien
Membuat sebuah algoritma haruslah efisien. Adanya langkah seperti mencari hasil 1 + 0 tidak efisien. Hal ini karena bilangan apapun itu jika ditambah dengan nol maka hasilnya ialah bilangan itu sendiri. Sehingga adanya langkah seperti itu tidak perlu dimasukkan ke dalam sebuah algoritma.

        Algoritma dapat disajikan ke dalam 2 bentuk, yaitu bentuk tulisan atau bahasa dan bentuk gambar. Penyajian algoritma dalam bentuk bahasa atau tulisan harus memakai sebuah bahasa yang dapat untuk dimengerti manusia dalam membuat langkah-langkah dari algoritma itu sendiri. Penyajian algoritma dalam bentuk tulisan/bahasa dapat dilakukan dengan memakai pseudocode. Pseudocode berasal dari "pseudo" aritnya "menyerupai atau mirip" dan "code" yaitu "kode program". Contoh dari beberapa bahasa pemrograman yang sering digunakan untuk menyatakan pseudocode antara lain : pascal, BASIC, Pascal, C, dan lain sebagainya. Terdapat juga penyajian algoritma yang dalam bentuk gambar disebut flow chart.


*Kategori Jenis Algoritma
    Algoritma pembelajaran mesin dapat dibagi menjadi beberapa kategori. Dari sudut pandang apakah algoritma memiliki parameter yang harus dioptimasi,dapat dibagi menjadi : 

1. Parametrik. Pada kelompok ini, kita mereduksi permasalahan sebagai optimisasi parameter. Kita mengasumsikan permasalahan dapat dilambangkan oleh fungsi dengan bentuk tertentu (e.g., linear, polinomial, dsb).

2. Non parametrik. Pada kelompok ini, kita tidak mengasumsikan permasalahan dapat dilambangkan oleh fungsi dengan bentuk tertentu. Contoh kelompok ini adalah Naive Bayes, decision tree (ID3) dan K-Nearest Neighbors.


Dari sudut pandang lainnya, jenis algoritma dapat dibagi menjadi:

1. Model linear, contoh regresi linear, regresi logistik, support vector machine.
2. Model probabilistik, contoh Naive Bayes, hidden markov model.
3. Model non-linear, yaitu (typically) artificial neural network. Selain kedua skema pengkategorian ini, terdapat skema pengkategorian lain. 

*Contoh :
1. Algoritma Sekuensial
Mencari luas persegi panjang :
a)  Algoritma :
-    Masukan Panjang<8cm
-    Masukan Lebarß<cm
-    Hitung luas persegi panjang, luas<Panjang*Lebar
-    Cetak luas persegi panjang

b)   Flowchart 





















2. Algoritma Perulangan

- Mulai
- Inisialisasi nilai awal i=1
- Cek Kondisi apakah nilai i <=10 jika kondisi bernilai benar maka cetak kalimat “Belajar perulangan for”
- Nilai i dilakukan increment (ditambahkan 1)
- Cek kondisi kembali apakah nilai i <=10 bila kondisi bernilai benar (true) maka cetak kembali kelimat “belajar perulangan for”
- Iterasi terus dilakukan hingga konisi bernilai salah (false)
- Selesai
















3. Algoritma Percabangan atau Bersyarat 
Menonton Film untuk  usia 17 tahun ke bawah
Penyajian algoritma berikut adalah algoritma untuk kasus menonton film dimana yang hanya bisa menonton film adalah orang yang berusia 17 tahun ke bawah, jika usia lebih dari 17 tahun tidak boleh menonton film.















Reference : 


Comments

Popular posts from this blog